TARNAS BERITA, JAKARTA – Dalam semangat Hari Sumpah Pemuda, DBS Foundation bersama Dicoding Indonesia kembali menghadirkan Coding Camp 2026 yang menargetkan mencetak 70.000 talenta digital muda Indonesia.
Program ini menghadirkan pelatihan intensif di bidang Artificial Intelligence (AI), Data Science, dan Full Stack Web Development guna mempercepat lahirnya generasi siap kerja di sektor teknologi digital.
Dalam siaran pers yang diterima redaksi Tarnas Berita di Medan, Sabtu (1/11/2025), disebutkan bahwa peluncuran resmi program dilakukan pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Program ini bertujuan melahirkan lulusan andal yang siap berkarier di sektor teknologi dan startup melalui pelatihan yang terstruktur, inklusif, dan berkualitas tinggi.
Tahun ini, Coding Camp menargetkan 70.000 peserta dari seluruh Indonesia, dengan tiga fokus utama pelatihan yaitu Artificial Intelligence (AI), Data Science, dan Full Stack Web Development.
Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja digital di Indonesia. Laporan World Economic Forum 2025 menegaskan bahwa keahlian di bidang AI dan analisis data akan menjadi kompetensi kunci di masa depan.
Sementara data Peta Jalan Talenta Informatika Indonesia 2025 mencatat bahwa Indonesia masih membutuhkan 23 juta tenaga kerja digital untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen RI, Tatang Muttaqin, mengapresiasi langkah DBS Foundation dan Dicoding dalam mendukung penguatan kapasitas digital pelajar Indonesia.
“Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan digital siswa SMK dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran AI serta coding yang kini menjadi prioritas,” ujarnya.
Sementara itu, Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan pilar keberlanjutan DBS, Impact Beyond Banking.
“Kami ingin membuka akses pembelajaran digital yang lebih merata agar semakin banyak generasi muda yang siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi digital Indonesia,” ungkapnya.
Pendaftaran Coding Camp 2026 dibuka mulai 21 Oktober 2025 hingga 15 Januari 2026 bagi mahasiswa, pelajar vokasi, perempuan, dan penyandang disabilitas. Peserta akan menjalani pelatihan berbasis proyek selama 900 jam atau setara satu semester, mencakup penguatan keterampilan teknologi, bahasa Inggris, dan literasi keuangan.
CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, menjelaskan bahwa peserta akan diajak menyelesaikan tantangan sosial melalui proyek akhir.
“Kami menargetkan lahirnya talenta digital yang kreatif, kolaboratif, dan mampu menjadi problem-solver. Lebih dari 400 karya digital telah dihasilkan dari program ini,” katanya.
Sepuluh universitas mitra Coding Camp 2026 meliputi Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Tarumanegara, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Dipa Makassar, Universitas Bina Nusantara, Institut Teknologi Del, Universitas Gunadarma, dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
Sejak diluncurkan pada 2023, Coding Camp powered by DBS Foundation telah memberikan manfaat bagi lebih dari 177.000 peserta, termasuk 45.609 perempuan, 28.112 masyarakat marginal, 1.178 penyandang disabilitas, dan 7.526 tenaga pendidik.
Program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang DBS Foundation untuk mendorong inklusi digital dan pemberdayaan masyarakat. DBS Bank Ltd (Bank DBS) juga telah menyiapkan pendanaan hingga SGD 1 miliar selama 10 tahun di Asia guna mendukung berbagai program sosial dan pembangunan berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, masyarakat dapat mengunjungi go.dbs.com/dbsfcodingcamp atau mengikuti akun Instagram @dbsfoundationid dan @dicoding. (#)

Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Mengenai Saya