TERKINI

Inovasi GeO-Fert PGE Kamojang Raih Penghargaan Energi Terbarukan ASEAN, Dorong Pertanian Berkelanjutan


TARNAS BERITA, KUALA LUMPUR –
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Kamojang meraih penghargaan The Winner of ASEAN Renewable Energy Project Awards kategori Off Grid Thermal berkat inovasi Geothermal Organic Fertilizer (GeO-Fert).

Dalam siaran pers yang diterima redaksi Tarnas Berita di Medan, Sabtu (1/11/2025), disebutkan bahwa penghargaan bergengsi tersebut diserahkan oleh Kementerian Peralihan Tenaga dan Transformasi Air (PETRA) Malaysia dalam acara di Kuala Lumpur Convention Center pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Capaian ini memperkuat komitmen PGE Area Kamojang dalam menghadirkan solusi energi terbarukan yang tidak hanya menghasilkan listrik hijau, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal melalui inovasi ramah lingkungan.

General Manager PGE Area Kamojang, I Made Budi Kusuma Adi Putra, menjelaskan bahwa potensi panas bumi tidak terbatas pada pembangkitan listrik semata.

“Melalui inovasi seperti GeO-Fert, kami menunjukkan bagaimana energi panas bumi dapat membantu masyarakat lokal, mendukung pertanian berkelanjutan, dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

GeO-Fert merupakan inovasi pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik padat dan cair dengan memanfaatkan uap panas bumi bersuhu 60–70°C dari PLTP Kamojang. Limbah pertanian dan rumah tangga diolah secara efisien, cepat, dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang berdampak negatif terhadap tanah dan ekosistem.

Sejak dikembangkan, GeO-Fert telah mengolah 57,6 ton limbah organik per tahun menjadi 28,8 ton pupuk organik padat dan cair. Waktu pengeringan yang sebelumnya memakan waktu dua hari kini hanya membutuhkan 12 jam, meningkatkan efisiensi hingga 70–75% dibanding metode konvensional.

Program ini juga berhasil menurunkan emisi karbon hingga 24,783 ton CO₂ ekuivalen per tahun dan menghemat bahan bakar fosil sekitar 0,085 ktoe per tahun.

Saat ini, GeO-Fert dikelola oleh 51 petani dari Kelompok Tani Hutan Blok Cikondang serta 32 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarsari, dengan total 163 penerima manfaat langsung dan 653 penerima manfaat tidak langsung. 

Melalui pelatihan berkelanjutan, para petani kini mampu memproduksi pupuk secara mandiri, menekan biaya pembelian pupuk hingga Rp26 juta per tahun, serta meningkatkan hasil panen komoditas seperti daun bawang, kentang, kubis, kopi, dan kacang panjang hingga 50–75%.

Dengan kapasitas PLTP Kamojang mencapai 235 MW, wilayah ini dikenal sebagai salah satu lumbung pertanian utama di Jawa Barat, di mana sekitar 85% masyarakat bergantung pada sektor pertanian. Kehadiran inovasi GeO-Fert menjadi solusi atas keterbatasan pupuk bersubsidi dan tingginya harga pupuk kimia, sekaligus membuktikan sinergi nyata antara energi bersih dan ketahanan pangan berkelanjutan. (#)

© Copyright 2022 - Tarnas Berita