TARNAS BERITA, JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mencatat kinerja impresif hingga kuartal III-2025 dengan pendapatan mencapai US$318,86 juta, tumbuh 4,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dalam siaran pers yang diterima redaksi Tarnas Berita di Medan, Sabtu (1/11/2025), disebutkan bahwa kinerja positif ini didorong oleh beroperasinya PGE Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang resmi beroperasi penuh sejak Juni 2025.
Keberhasilan ini memperkuat posisi PGE sebagai pemain utama dalam transisi energi nasional menuju sumber energi bersih dan berkelanjutan. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 30 September 2025, PGE juga membukukan Laba bersih: US$104,26 juta, EBITDA: US$248,97 juta, total aset: US$2,96 miliar, kas dan setara kas: US$628,12 juta.
“Pencapaian ini menjadi bukti kemampuan Perseroan dalam memperkuat kinerja operasional sekaligus mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan. Hasil positif ini memacu kami untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan mempercepat transisi energi nasional,” ujar Direktur Keuangan PGE, Yurizki Rio, di Jakarta.
Selain itu, total aset lancar PGE naik dari US$828,56 juta menjadi US$831,78 juta dibandingkan posisi per 31 Desember 2024. Kenaikan ini menandakan pertumbuhan bisnis yang stabil dan posisi keuangan yang semakin kokoh.
Direktur Operasi PGE, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa peningkatan kinerja ditopang sejumlah proyek strategis. “Beroperasinya Proyek Lumut Balai Unit 2 turut menjadi stimulus utama pertumbuhan pendapatan Perseroan secara year-on-year. Ke depan, kami akan terus mempercepat pengembangan proyek-proyek strategis lain untuk memperkuat portofolio panas bumi nasional,” ungkapnya.
Selangkah Lebih Dekat Menuju Target 1 GW
Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menegaskan komitmen Perseroan untuk mencapai target kapasitas terpasang sebesar 1 gigawatt (GW) yang dikelola secara mandiri dalam 2–3 tahun ke depan. “Target 1 GW bukan garis akhir, melainkan awal perjalanan menuju swasembada energi. Kami juga menargetkan 1,8 GW pada 2033 dan 3 GW di tahap berikutnya,” katanya.
Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi. Selain Lumut Balai Unit 2, proyek strategis lain yang tengah digarap antara lain Hululais Unit 1 & 2 (110 MW), proyek co-generation (230 MW), serta eksplorasi di WKP Gunung Tiga yang diresmikan Presiden Prabowo pada Juni lalu.
PGE juga mengembangkan inisiatif beyond electricity melalui diversifikasi bisnis panas bumi di luar sektor kelistrikan (off-grid). Salah satu langkah nyata adalah pembangunan Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu yang diluncurkan pada September 2025. Ke depan, PGE berencana mengembangkan green ammonia dan green methanol sebagai bagian dari solusi energi rendah emisi.
“Upaya ini tidak hanya memperkuat bisnis Perseroan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat melalui energi panas bumi yang bersih dan berkelanjutan,” pungkas Julfi. (#)

Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Mengenai Saya